Thursday, 29 March 2018

TUGAS KOR SANTHER PADA KAMIS PUTIH 2018

Pada hari Kamis, 29 Maret 2018, Kor Santher mendapatkan tugas pada misa di Gereja St Ignatius Loyola Semplak. Misa dimulai pada pukul 18.00 dan dilanjutkan dengan Adorasi dan Tuguran.

Tugas kor Santher berjalan dengan lancar. Bu Yeni, dirigen Kor Santher, memimpin tugas ini dengan baik. Misa diawali dengan perarakan yang diiringi dengan nyanyian Sacerdos in Aeternum dengan iringan organ yang dimainkan oleh Ibu Sri Thehamihardja. Nyanyian Gregorian itu selesai pada saat imam dan para pelayan altar tiba di depan Altar ; lalu umat dan kor menyanyikan lagu Selayaknya Kita Berbangga. Semua lagu hingga Kemuliaan (Misa Kita IV) masih diiringi dengan organ, tetapi setelah itu semua nyanyian tidak diiringi alat musik. Ini sebenarnya merupakan tradisi lama. Pak Ichwan dapat menyanyian Mazmur Tanggapan Inilah Tubuh-Ku dengan lancar. Semua berjalan baik. Umat pun terlibat dalam hampir semua nyanyian. Puji Tuhan.

Sesudah misa selesai, Kor Santher masih ikut serta dalam tuguran bersama umat dari wilayah St Petrus. Besok pagi masih ada tugas baru bagi Kor Santher.

Wednesday, 14 February 2018

UMAT LINGKUNGAN SANTHER MEMASUKI MASA PRAPASKAH 2018


Hari ini, Rabu, 14 Februari 2018, Gereja memasuki Masa Prapaskah. Umat Lingkungan Santa Theresia Bogor Raya Permai pun melibatkan diri di dalam masa Pantang dan Puasa yang sangat istimewa ini. Selama Masa Prapaskah, akan diadakan pertemuan-pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan). Pertemuan direncanakan diadakan setiap hari Sabtu malam pada pukul 19.00-21.00. Bapak Firnandus Napitupulu dan tim akan memandu pertemuan-pertemuan rutin yang diselenggarakan secara bergiliran di rumah warga lingkungan.

Sementara itu, Kor Santher mulai berlatih serius untuk tugas pada hari Kamis Putih, 29 Maret 2018 di Gereja St Ignatius Loyola Semplak. Kor Santher juga untuk kali pertama akan bertugas dalam Ibadat Lamentasi yang akan dilaksanakan pada hari Jumat Agung, 30 Maret pk 5.00. Ini adalah Ibadat Lamentasi yang pertama kali akan diselenggarakan di Gereja St Ignatius Loyola Semplak. Sementara itu, Pak Napit dan Pak Thomas diminta oleh Seksi Musik Liturgi untuk membantu tugas Kor Christophorus sebagai penyanyi Passio bersama Romo Anton Dwi Haryanto.

Semoga semua persiapan berjalan dengan baik. Semoga pantang, puasa, doa dan perbuatan amal kasih dapat memupuk semangat pertobatan umat Lingkungan Santa Theresia Bogor Raya Permai.

Tuesday, 18 April 2017

KETERLIBATAN LINGKUNGAN SANTHER DALAM MISA PASKAH 2017

Minggu, 16 April 2017 adalah Hari Raya Paskah. Pada misa kedua di Gereja St Ignatius Loyola Semplak, yaitu pada pk 8.30,sebagian umat dan anak-anak dari Lingkungan Santher terlibat dalam Misa Hari Raya Paskah. Secara kebetulan para petugas koor adalah Koor Vox Angelica, sebuah koor khusus yang anggotanya adalah anak-anak di Paroki St Ignatius Loyola Semplak. Koor ini didampingi, dilatih dan diampu oleh Ibu Valeria Andani dan dibantu oleh beberapa ibu dan pendamping lainnya. Sejumlah anak dari Lingkungan Santher juga terlibat. Secara umum tugas berjalan dengan lancar dan tertib. Lagu-lagu yang dinyanyikan anak-anak merupakan nyanyian-nyanyian liturgis. Pengenalan terhadap nyanyian liturgis ini sengaja dilakukan sejak anak-anak aktif pada usia mereka sehingga mereka dapat membedakan lagu-lagu mana yang tepat untuk liturgi dan mana yang tidak. Salut buat para pembina, dan tentu saja salut buat anak-anak yang dapat bertugas dengan sangat baik. Selamat Paskah.

Monday, 17 April 2017

TUGAS KOOR LINGKUNGAN SANTHER PADA MALAM PASKAH 2017

Pada hari Sabtu, 15 April 2017, Koor Lingkungan Santa Theresia (Santher) Bogor Raya Permai bertugas pada misa yang dimulai pk 18.00 di Gereja St Ignatius Loyola Semplak. Ibu Yeni Adyani memimpin tugas ini dengan baik, dengan iringan organ yang dimainkan oleh Ibu Sri Thehamihardja. Bapak Ichwan (Ketua Lingkungan) didaulat untuk menyanyikan salah satu Mazmur Tanggapan bersama Diby yang menyanyikan bagian Mazmur Tanggapan lainnya, sedangkan Bapak Edo (Koordinator Koor) bertugas menyanyikan Litani Para Kudus.

Keseluruhan upacara misa berlangsung cukup lama, dari pk 18.00 hingga pk. 21.20. Lamanya perayaan Ekaristi Malam Paskah ini ditengarai karena adanya baptisan baru dan upacara penerimaan sejumlah jemaat dalam Gereja Katolik. Selain itu, tentu saja juga karena banyaknya umat yang hadir dalam misa ini.

Koor Santa Theresia (Santher) secara umum dapat bertugas dengan baik dan mampu memberi warna dan sentuhan liturgis sehingga misa berlangsung secara agung, khidmat dan bermutu.

Selamat Paskah.

Monday, 10 April 2017

LINGUNGAN SANTHER BERSIHKAN GEREJA SEMPLAK

Pada hari Sabtu, 8 April 2017, sebagian umat lingkungan St Theresia (Santher) Bogor Raya Permai melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan Gereja St Ignatius Loyola Semplak serta mempersiapkan dekorasi altar untuk Misa Minggu Palma.

Monday, 13 March 2017

PERTEMUAN APP LINGKUNGAN SANTHER 2017

Lingkungan St Theresia (Santher) Bogor Raya Permai secara rutin menyelenggarakan pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (SPP) secara bergiliran di rumah-rumah warga. Pertemuan diadakan setiap Sabtu pada pukul 19.30 sampai 21.00. Dimulai dengan pertemuan pertama di rumah Bapak Ichwan Setyarno (Ketua Lingkungan Santher), pertemuan dilanjutkan di tempat lain sesuai jadwal.

Sesuai dengan Surat Gembala Keuskupan Bogor untuk Masa Prapaskah 2017, tema APP tahun 2017 adalah "Orang Muda Katolik Penunjang Keluarga Berwawasan Ekologis", yang dijabarkan menjadi beberapa subtema. Sebagai bagian dari Paroki St Ignatius Loyola Semplak Keuskupan Bogor, Lingkungan Santher berusaha aktif dalam kegiatan APP di tingkat paroki. Kegiatan sosial dan pengumpulan dana APP juga menjadi agenda yang dilaksanakan oleh Lingkungan Santher.

Selamat berpuasa dan berpantang.

Wednesday, 1 March 2017

MAKNA ABU MENURUT KITAB SUCI



Sebelum kita menerima Abu di dahi kita pada Hari Rabu Abu, ada baiknya kita mengerti makna di balik simbol ABU dalam tradisi Kitab Suci.

Kata ABU beberapa kali muncul bersamaan dengan kata DEBU. Dua kata ini berasal dari akar kata yang sama. APAR = Debu, IPER= Abu. Debu adalah benda terkecil (pada zaman itu, sebelum ditemukan atom atau partikel), sifatnya: tidak ada artinya, mengotori, tak berguna dan tak bermanfaat, namun masih bisa dilihat. Sementara Abu mengacu pada sisa-sisa benda-benda yang dibakar. Mengacu pada kemusnahan sesuatu yang ada menjadi tiada, kesia-siaan, dan tidak punya arti lagi.

Abraham ketika Ia berbicara dengan Tuhan, mengakui dirinya hanyalah debu dan abu (Kej 18:27). Debu dan abu adalah benda yang mempunyai derajat paling rendah di antara benda-benda lainnya. Dalam kitab Samuel dikatakan debu dan abu adalah tempat tinggal orang-orang miskin dan orang lemah. Allah mengangkat mereka dari debu dan abu. 1Sam 2:8.                                      

Ada beberapa tokoh dalam Kitab Suci yang menggunakan ritual pertobatan dengan menggunakan debu dan abu:

1. Ayub. 42:6 "Ayub bertobat dalam debu dan abu"
2. Nabi Yehezkiel menyerukan pertobatan kepada Israel dengan menaruh abu di atas kepala dan berguling dalam debu. (Yeh 27:30)
3. Raja Niniwe setelah mendengar nubuat penghukuman yang disampaikan Yunus. Raja ini menyesal dan duduk di atas debu (Yun 3:6).

Dari beberapa contoh kemunculan debu dan abu di atas, kita bisa menarik inspirasi dari tindakan pertobatan dengan penerimaan abu di dahi kita:

PERTAMA
Kita melihat SIAPA DIRI KITA di hadapan Allah. Tuhan lah Allah, Raja atas diri kita, sementara kita bukanlah apa-apa, tidak berarti, seorang hamba sahaya, tetapi DIKASIHI olehNya.

KEDUA
Debu dan abu adalah simbol hancurnya hati dan diri kita setelah kita menyadari betapa DOSA TELAH MERUSAK DIRI KITA sedemikian rupa.
Kita menjadi tidak bisa berpikir jernih, penuh nafsu dan tipu daya, pintar bersandiwara, melakukan kebohongan demi kebohongan.
Karena dosa kita lupa bahwa kita membutuhkan Tuhan dan sesama. Kita menjadi sedemikian sombong, angkuh dan congkak hati.

KETIGA
Menjadi debu dan abu artinya kita meninggalkan kedirian kita, dengan segala kesombongan, sifat egois, segala hal-hal yang merusak identitas kita sebagai anak-anak Allah, yang telah ditebus oleh Darah Anak Allah.

KEEMPAT
Kesadaran bahwa diri kita adalah debu membantu kita untuk melihat orang lain.
Kita semua berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu, maka tidak perlu ada yang disombongkan lagi. Tidak perlu seorang pun merasa lebih hebat dari orang lain lalu memandang rendah orang lain.

KELIMA
Sebutir debu tidak akan terlihat oleh mata. Debu akan terlihat bila dikumpulkan bersama debu lainnya.
Bukankah dunia ini berasal dari kumpulan milyaran debu. Maka diriku yang adalah debu, akan lebih menemukan eksistensi dan maknanya, ketika aku berada bersama yang lain.
Aku memerlukan orang lain, dan orang lain pun memerlukan aku.

Selamat memasuki Masa Prapaskah 2017.