Showing posts with label Paroki St. Ignatius Loyola Semplak. Show all posts
Showing posts with label Paroki St. Ignatius Loyola Semplak. Show all posts

Saturday, 21 March 2020

UMAT LINGKUNGAN ST THERESIA MENGIKUTI MISA ONLINE


Pemerintah telah menetapkan virus corona Covid-19 sebagai wabah pandemik dan merupakan bencana nasional. Selama beberapa minggu ke depan semua warga Negara dihimbau untuk melakukan self isolation (atau pengurungan diri) dan social distancing (menjaga jarak dari orang lain dan tidak bergabung dalam kerumuman banyak orang) untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Gereja Katolik, khususnya Keuskupan Bogor dan Paroki St Ignatius Loyola Semplak, juga menindaklanjuti himbauan pemerintah itu dengan meniadakan hampir semua kegiatan rohani yang biasanya melibatkan banyak orang seperti misa, ibadat, doa bersama, pendalaman APP, latihan kor, rapat dan sebagainya. Umat dihimbau untuk melakukan kegiatan-kegiatan spiritual di rumah.

Salah satu yang diminta oleh Gereja adalah supaya umat mengikuti misa dari rumah. Sejumlah gereja menyelenggarakan misa Minggu Prapaskah yang disiarkan secara live streaming lewat channel Youtube.  Umat lingkungan Santher dapat mengikuti salah satu link yang disebarkan lewat pesan-pesan WhatsApp.

Berikut ini adalah sejumlah saran bagi umat yang ingin mengikuti misa secara online.

Pertama, tentu saja umat dapat berkumpul bersama kelurga di rumah masing-masing. Bila dirasa membantu, umat boleh memasang beberapa simbol rohani seperti salib atau lilin.

1. Persiapkan diri Anda sebaik-baiknya. Sangat baik jika Anda mandi lebih dahulu dan berpakaian yang pantas, tidak harus sangat formal. Tingkat kepantasan Anda tentukan sendiri.

2. Lokasi mengikuti misa online harus di tempat yang pantas seperti: ruang tamu; ruang keluarga atau ruang doa. Tentu jangan di atas kasur atau kamar mandi. Tentu lokasinya harus punya sinyal wifi kuat di rumah Anda.

3. Ikuti Perayaan Ekaristi secara penuh. Jangan ditinggal untuk urusan lain. Anda mengikuti misa sejak awal dengan membuat tanda salib saat pembukaan dan pada saat berkat penutup.

4. Ikutilah Ekaristi sambil duduk saja, tidak perlu berdiri, berlutut, duduk, dll.

5. Ikutilah tayangan misa online sambil berdoa dengan sungguh sungguh. Ambil waktu persiapan. Ikuti secara penuh. Berdoalah secara pribadi saat upacara penerimaan komuni.

6. Ada doa khusus untuk komuni spiritual atau komuni batin, yang di-share di grup-grup WhatsApp. Anda dapat mempergunakan doa khusus tersebut. Berikut rumusan Doa Komuni Batin dari Santo Alfonsus Liguori:

Yesusku, aku percaya bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu,
dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.
Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,
maka datanglah ya Tuhan sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,
meskipun Engkau selalu telah datang.
Aku memeluk-Mu dan ingin mempersatukan seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,
dan jangan izinkan aku terpisah dari-Mu.
Amin.

Nah, selamat merayakan Ekaristi secara online.

Monday, 27 January 2020

RAPAT PENGURUS LINGKUNGAN SANTHER JANUARI 2020


Pada hari Minggu 26 Januari 2020, sesudah Ibadat Sabda untuk mendoakan arwah Ibu Lina yang telah dipanggil Tuhan 40 hari sebelumnya, pengurus Lingkungan Santa Theresia (Santher) Bogor Raya Permai mengadakan rapat di kediaman Bapak Ag. Hermawan Aswindarto. Rapat dipimpin oleh Bapak Elhendri Willem, Ketua Lingkungan Santher, dan dipandu oleh Ibu Ida Elisabeth Situmorang, Sekretaris Lingkungan. Pengurus mengevaluasi kegiatan-kegiatan lingkungan yang digerakkan oleh pengurus inti maupun oleh seksi-seksi pada tahun 2019 serta membuat rencana untuk kegiatan rutin dan khusus pada tahun 2020.

Rapat pengurus Lingkungan Santher Januari 2020
Beberapa kegiatan sudah berjalan baik di tahun 2019. Pertama, kegiatan-kegiatan latihan dan tugas kor lingkungan baik di Paroki Santo Ignatius Loyola Semplak maupun di Katedral BMV dan Kapel Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. Kedua, meskipun jumlah umat yang terlibat masih belum banyak, doa-doa Rosario lingkungan dan pertemuan rutin AAP, APP dan BKSN dapat berlangsung. Sejumlah kegiatan perlu diperbaiki di tahun 2020 ini.

Beberapa hal yang ingin dilakukan dan diperbaiki di tahun 2020 antara lain:

1.      Untuk tugas TTK (Tata Tertib & Kolektan) di Gereja St Ignatius Loyola. Ibu Ida Situmorang akan mem-back-up Bapak N. Budi Sutrisno dalam menggerakkan para petugas TTK lingkungan. Diharapkan lebih banyak umat bersedia terlibat dalam tugas-tugas TTK yang antara lain meliputi penyiapan dekorasi gereja (hari Sabtu), penyediaan snack untuk pastor (hari Sabtu), penyiapan kursi-kursi dan perlengkapan lainnya, pengumpulan dan penghitungan kolekte, dan sebagainya. Untuk setiap kelompok tugas akan ditunjuk seorang koordinator atau PIC.
2.      Doa-doa Rosario di bulan Mei dan Oktober akan dicoba diadakan di tingkat rukun dengan kemungkinan untuk menutupnya pada tingkat lingkungan di pertemuan terakhir.
3.      Apabila memungkinkan, bahkan pertemuan AAP, APP dan BKSN dapat dilakukan di rukun masing-masing, namun hal ini sangat tergantung pada ketersediaan pemandu atau fasilitator.
4.      Selain itu, pengurus lingkungan akan mencoba menghidupkan Seksi Kerasulan Keluarga dan Seksi Pendidikan untuk membantu warga yang memerlukan informasi atau pendampingan di kedua bidang tersebut.
5.      Seksi Katekese dan Kitab Suci berharap dapat mengadakan semacam sarasehan di bidang Kitab Suci dan Devosi pada tahun ini.
6.      Lingkungan Santher akan memiliki seorang pelayan komuni, yang biasa dikenal sebagai prodiakon, yaitu Bapak Vincentius Errick Martana, yang saat ini juga duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki St Ignatius Loyola Semplak. Beliau akan dilantik pada bulan Maret 2020. Semoga Pak Errick dapat menjalankan tugas dengan baik.
7.      Diharapkan pada tahun ini semua Kepala Keluarga sudah memiliki Kartu Keluarga yang baru dari Paroki. Pengurus Lingkungan masih akan mengecek lagi keberadaan dan status sejumlah keluarga yang sampai sekarang tidak diketahui karena mereka tidak pernah melaporkan diri ke lingkungan sedangkan alamat baru mereka tidak diketahui lagi.
8.      Jadwal kegiatan lingkungan untuk seluruh tahun akan disosialisasikan lewat grup WhatsApp dan diharapkan semua warga dapat terlibat.

Semoga semua rencana baik dapat berjalan dengan baik juga. Ad maiorem Dei gloriam.
(tas20200127)

Wednesday, 15 January 2020

UMAT SANTHER MEMBANTU KORBAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR


Sebagaimana diketahui melalui media sosial, media massa dan media elektronik, telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Jakarta, Kabupaten Bogor dan sekitarnya pada malam tahun baru 2020. Bencana itu menggerakkan banyak orang untuk terlibat membantu dengan segala cara.

Paroki St Ignatius Loyola Semplak menindaklanjuti keputusan Kuria Keuskupan Bogor untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor. Maka pada misa Jumat I dan Misa Minggu I Januari diadakan penarikan kolekte ke-2 untuk korban bencana, dan seluruh kolekte pada misa Minggu ke II  Januari akan digunakan untuk menolong korban bencana alam.

Sementara itu, bantuan lain yang diperlukan untuk disumbangkan antara lain: pakaian (baru/bekas layak pakai), selimut, alat-alat kebersihan, alat2 tulis untuk sekolah, alas kaki (sandal), dll. Semua bantuan tersebut dikumpulkan dari umat dan ditampung oleh Pengurus Lingkungan masing-masing untuk kemudian diserahkan ke Paroki. Selanjutnya semua bantuan dari Lingkungan diserahkan ke Posko di Gereja yang akan dikelola oleh OMK setelah Misa pada Sabtu, 11 Januari 2020 dan Minggu, 12 Januari 2020.

Mulai tanggal 5 Januari umat Santa Theresia Bogor Raya Permai pun bergerak untuk mengumpulkan berbagai bentuk sumbangan yang dimaksud di atas. Barang-barang dikumpulkan di rumah Ibu Beatrix Ari Sekundiatmi, yang dari awal menginisiasi kegiatan pengumpulan sumbangan ini. Sejumlah umat Santher membantu sebagai voluntir untuk menyortir, mengatur, membungkus berbagai barang sumbangan.

Pada tanggal 10 Januari 2020, dalam grup WA Lingkungan, Ibu Ari menulis antara lain: “Bapak Ibu sekalian terlampir rekapitulasi aksi sosial warga Lingkungan Santa Theresia. Masih sementara karena nanti malam masih ada warga yang akan mengirim barang ke rumah saya. Terima kasih atas partisipasi kita semua. Semoga ini bisa sedikit membantu saudara kita yang sedang terkena musibah.
Terimakasih kepada Bu Anna, bu Ajeng, bu Erna, pak Defdi, Mbak Nata, mbak Monic dan dik Leo serta Cherish yang membuat packing barang… Menyenangkan, cepat dan rapih. God bless.”

Selain bantuan berupa materi, bantuan juga berupa uang yang ditransfer oleh umat lewat Bendahara Lingkungan dan kemudian diserahkan kepada Paroki.

Bantuan dari umat Santa Theresia Bogor Raya Permai, baik berupa barang-barang kebutuhan pakaian, sembako dan sebagainya  pun akhirnya dapat diserahkan ke Paroki St Ignatius Loyola. Ketua Lingkungan Santher menyerahkannya langsung kepada Pastor Paroki St Ignatius Loyola Semplak, RD. Antonius Dwi Haryanto. Selanjutnya pihak Paroki menyalurkan bantuan-bantuan tersebut bersama bantuan dari lingkungan-lingkungan dan kelompok kategorial lainnya di Paroki Santo Ignatius Loyola Semplak kepada mereka yang sangat memerlukannya.

Semoga semua bantuan berguna bagi para korban bencana alam dan semua semua umat Santher selalu dalam berkat Tuhan.


(tas20200115)

Monday, 30 September 2019

PERTEMUAN BULAN KITAB SUCI NASIONAL DI LINGKUNGAN SANTHER TAHUN 2019

Pada bulan September 2019 Lingkungan Santa Theresia (Santher) Bogor Raya Permai menyelenggarakan empat pertemuan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional 2019. Pertemuan-pertemuan diadakan secara bergantian di rumah warga pada setiap hari Sabtu pukul 19.30 sampai dengan 21.00. Pertemuan dipandu oleh fasilitator yang telah disiapkan oleh Paroki dan Lingkungan. Bahan-bahan pertemuan dan renungan juga disiapkan oleh Seksi Kitab Suci Paroki St Ignatius Loyola Semplak dengan mengambil bahan dari Komisi Kitab Suci Keuskupan Bogor. 

Tema Bulan Kitab Suci Nasional 2019 adalah Mewartakan Kabar Baik di tengah Krisis Lingkungan Hidup. Melalui sesi-sesi mingguan ini umat diajak untuk menggali Sabda Allah melalui peristiwa-peristiwa hidup, khususnya yang berkaitan dengan keprihatian Gereja atas rusaknya lingkungan hidup. Tuhan mengajak umat untuk berani bersuara dan beraksi demi menyelamatkan lingkungan hidup. Aksi atau tindakan nyata dapat dilakukan bahkan melalui hal-hal kecil setiap hari. Semoga umat Lingkungan Santher dapat semakin tekun membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengamalkannya dalam hidup sehari-hari, khususnya dalam rangka menyelamatkan dan melestarikan lingkungan hidup.

Tuesday, 2 July 2019

PEDOMAN TUGAS TTK PAROKI ST IGNATIUS LOYOLA SEMPLAK

Seksi Liturgi, khususnya Subseksi Kor dan TTK, Paroki St Ignatius Loyola Semplak Keuskupan Bogor telah membuat sebuah pedoman bagi pelaksanaan tugas Tata Tertib dan Kolektan yang harus dipatuhi oleh semua petugas dari lingkungan-lingkungan maupun kelompok kategorial. Umat Lingkungan St Theresia Bogor Raya Permai pun harus membaca dan melaksanakan tugas-tugas TTK sesuai pedoman tersebut.

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan tersebut.


SYARAT UMUM:
 
1. Petugas sebaiknya berusia minimal 13 tahun, serta memahami dan mampu melaksanakan tugas.
2. Petugas harus berpakaian sopan dan rapi (tidak mengenakan busana tanpa lengan/rok mini/celana pendek/kaos t-shirt, sandal)
3. Petugas harus hadir 30 menit sebelum Ibadat / Misa dimulai ( minimal 2 jam sebelumnya khusus perayaan Tri Hari Suci dan Malam Natal ) untuk mengikuti koordinasi.


Untuk koordinasi tugas & tanggung jawab masing-masing petugas TTK.


A. PERSIAPAN SEBELUM IBADAT/MISA

1. Koordinator TTK menentukan posisi petugas serta menunjuk petugas pembawa persembahan ke depan Altar, seorang petugas yang berjaga di dekat pintu (depan Patung Bunda Maria) , dan petugas yang mendampingi pelayan komuni saat pembagian komuni. 

2. Petugas meletakkan kotak kolekte di titik-titik yang telah ditentukan dan menghitung jumlah kotak kolekte yang akan diedarkan.

3. Petugas menata kursi di luar gereja ( apabila diperlukan ).

4. Petugas mengenakan tanda pengenal (samir sesuai warna liturgi) sejak sebelum Ibadat / Misa dimulai hingga setelah Ibadat / Misa selesai dan seluruh umat meninggalkan gereja atau area ibadat lain.

5. Petugas mengarahkan umat ke tempat duduk yang kosong sampai dengan sebelum Bacaan Pertama ( setelah Kemuliaan ) melalui jalur kiri dan kanan. Jalur tengah harus steril selama Ibadat / Misa

B. SAAT IBADAT/MISA:

1. Petugas menempati pos masing-masing dan tidak berkerumun di belakang selama bertugas serta  tetap menjaga ketenangan selama Ibadat / Misa berlangsung.
2. Pada saat kolekte, petugas memastikan jumlah kotak kolekte yang beredar di umat harus sama dengan jumlah kotak yang dikumpulkan dan dimasukkan ke tempat. Apabila umat yang hadir cukup banyak, untuk mempercepat pengumpulan kolekte, Petugas segera menambah penempatan kotak-kotak kolekte.
3. Petugas TTK membawa persembahan ke depan altar dengan urutan dari depan sebagai berikut :
a. Piala dan Anggur
b. Sibori
c. Tempat Persembahan (kolekte)
d. Lain-lain (buah, tanaman dsb)

4. Tempat persembahan ( kolekte ) besar dibawa oleh petugas ke depan altar sesegera mungkin setelah kolekte terkumpul. Diusahakan sebelum lagu Kudus dinyanyikan, kotak persembahan sudah sampai di depan altar. Apabila saat petugas TTK sudah sampai di depan altar namun Misdinar belum ada ( masih melayani Romo, Misdinar yang bertugas kurang personil ) maka petugas TTK tetap menunggu Misdinar yang akan menerima kotak persembahan.
Jika kolekte terkumpul saat lagu Kudus sudah dinyanyikan, kotak kolekte dibawa ke depan segera setelah lagu selesai
5. Saat pelayan komuni membawa Hosti Kudus ke tempat yang telah ditentukan, petugas membantu membukakan jalan ( jika ada kerumunan umat ).
Petugas menahan  umat agar Pelayan Komuni lewat terlebih dahulu, demikian juga halnya saat Pelayan Komuni selesai membagikan Hosti dan akan kembali ke Altar
6. Petugas harus mendampingi pelayan komuni saat pembagian komuni untuk mengantisipasi terjadinya penodaan Hosti Kudus.
7. Jika terjadi penodaan Hosti Kudus, petugas harus memprioritaskan pengamanan hosti. 
Apabila petugas TTK mendapati umat tidak langsung menyantap Hosti Kudus, namun tetap membawanya ke tempat duduk, maka petugas TTK wajib menanyakan kelayakan umat tersebut ( agama? sudah baptis Katolik? sudah diterima dalam pangkuan Gereja Katolik? Sudah menerima Komuni Pertama? ). Apabila umat layak menerima Hosti Kudus, maka petugas TTK mempersilakan umat untuk langsung menyantap Hosti Kudus. Namun apabila umat tidak layak, petugas TTK wajib meminta Hosti Kudus dari umat dan langsung menyantapnya.
Indikasi hal tsb di atas antara lain : 
o Tidak mengucapkan amin saat menerima Hosti
o Tidak langsung menyantap
o Membagikan Hosti kepada pihak yg blm layak, misal anak2 balita
Jika ada hosti yang jatuh segera memberitahukan kepada Pelayan Komuni, agar segera diambil
Jika petugas kurang prioritas petugas TTK adalah mendampingi Pelayan Komuni

8. Saat berkat anak, petugas mengatur dan mengantar anak-anak ke depan altar. Anak-anak diantar ke depan Altar saat Pastor telah selesai merapikan peralatan di Altar.
Sebaiknya orang tua yang mendampingi anak atau membawa anak disarankan untuk dibarisan belakang
9. Jika mendapati anak kecil yang mengganggu ketertiban, petugas wajib memberitahukan kepada orang tuanya.
10. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan dan berpotensi mengganggu keamanan (pencurian, dugaan teror), petugas harus berkoordinasi dengan petugas / koordinator TTK.
ikut mengawasi barang/tas yg ditinggalkan di bangku umat saat menyambut komuni
11. Jika ada umat yang sakit saat Perayaan Ekaristi, petugas mengantar umat tersebut ke ruang kesehatan di aula belakang Gereja dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
Tandu dan kotak P3K tersedia di dekat kursi paling belakang

C. SESUDAH IBADAT/MISA SELESAI:
1. Petugas merapikan Puji Syukur di bangku umat, membersihkan sampah yang terdapat di dalam gereja dan merapikan kursi di luar gereja ( apabila diperlukan ).
2. Petugas mengambil kotak sumbangan parkir di ruang ganti Misdinar dan berjaga di gerbang Gereja untuk menerima sumbangan parkir dari umat.
3. Dengan masih mengenakan tanda pengenal, dua petugas mengambil tempat persembahan (kolekte) di depan Altar dan membawanya ke ruang ganti Misdinar untuk selanjutnya dihitung.
4. Petugas penerima uang sumbangan parkir menyerahkan kotak sumbangan parkir kepada petugas di ruang ganti Misdinar untuk selanjutnya dihitung.
5. Petugas mencatat hasil penghitungan uang kolekte dan uang parkir selanjutnya menyerahkannya kepada Bendahara DKP atau Romo Paroki.
Idealnya ada 3(tiga)petugas yang bertugas menghitung uang