Friday, 31 March 2023

KEGIATAN PERTEMUAN APP 2023

Lingkungan Santa Theresia (Santher), Paroki St Ignatius Loyola Semplak, mengadakan empat pertemuan APP selama bulan Maret 2023. Tema APP 2023 Keuskupan Bogor adalah “
Liturgi Ekaristi Menginspirasi Transformasi dalam Gereja Sinodal.”


Pertemuan APP Minggu I
yang bertema “Liturgi Ekaristi : Puncak Perayaan Ekaristi” diselenggarakan di rumah keluarga Bapak Wahyu dan dipandu oleh Bapak Napitupulu. Dalam pertemuan ini digarisbawahi pentingnya Sakramen Ekaristi dan Liturgi Ekaristi dalam Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi merupakan Sumber dan Puncak kehidupan orang Katolik. Karena itu, kita semua diajak untuk sungguh-sungguh memahami dan menghayati Perayaan Ekaristi sejak ritus Perarakan Masuk hingga ritus Perarakan Keluar. Setiap Perayaan Ekaristi atau Misa seharusnya merupakan sebuah perayaan yang sah (valid), layak (licit) dan berbuah. Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pentingnya devosi dan penghormatan kepada Sakramen Mahakudus.


Pertemuan APP Minggu II
yang bertema “Persekutuan Ekaristis Memberi Dasar Persekutuan Gereja” diadakan di rumah keluarga Ibu Enny dan dipandu oleh Pak Thomas Sutadi. Sharing mengenai pentingnya bertemu dengan saudara-saudara seiman, bekerja sama,peduli dan saling menolong menjadi kegiatan utama pertemuan ini. Peserta sepakat bahwa umat lingkungan perlu saling mengenal dan menjadi lebih akrab agar dapat menghidupkan Gereja sebagai persekutuan umat beriman.


Pertemuan APP Minggu III
membahas tema “Gereja Sinodal : Gereja yang Berjalan Bersama.” Pertemuan ini diadakan di rumah keluarga Bapak Ispranto dan dipandu oleh Pak Thomas Sutadi. Bacaan Injil Lukas tentang kisah dua murid dari Emaus sangat memengaruhi jalannya sharing dalam pertemuan ini. Beruntung pula bahwa Ibu Ari Sekundiatmi hadir dan dapat membagikan pengalaman beliau mengenai kegiatan Emaus Journey yang beliau pandu di Paroki St Ignatius Loyola Semplak.


Pertemuan APP Minggu IV
mengambil tema “Mewujudkan Transformasi dalam Gereja Sinodal.” Pertemuan diselenggarakan di rumah Keluarga Ibu Vero dan dipandu oleh Bapak Napitupulu. Dalam pertemuan ini Bapak Napitululu menggarisbawahi hasil-hasil sharing dan refleksi pertemuan I-III dan mengajak umat Santher untuk mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik: bagaimana menjadi lingkungan yang rukun, bekerja sama, saling mendukung, setia dalam perayaan Ekaristi dan tidak henti-hentinya berusaha memperbaiki diri lewat jalan pertobatan.

Melalui pertemuan-pertemuan APP tahun 2023, Umat Lingkungan Santa Theresia (Santher) ingin mewujudkan transformasi dalam Gereja Sinodal, khususnya di tingkat lingkungan, wilayah dan paroki.

Selamat meemasuki Pekan Suci & Perayaan Paskah 2023:

Yesus yang bangkit berjalan bersama-sama dengan mereka.”

(TAS20230331)

Friday, 30 December 2022

Kegiatan Lingkungan Santa Theresia Bogor Raya Permai Selama Masa Pandemi

Masa Pandemi Covid-19 berlangsung sejak sekitar Maret 2020 hingga sekitar November 2022. Selama periode itu, ada beberapa kali penerapan peraturan pembatasan kegiatan masyarakat. Dengan demikian kegiatan individu dan komunitas menjadi sangat terbatas. Bahkan ada saat-saat ketika hampir semua orang harus tinggal di dalam rumah, tidak boleh pergi kemana-mana, agar penyebaran virus Corona dapat dicegah dan dibasmi. Ketika ada kelonggaran pun, banyak hal terpaksa dilakukan secara tidak leluasa.

Mengikuti peraturan-peraturan dari pemerintah, Umat Lingkungan Santher juga melakukan kegiatan secara terbatas. Ada masa ketika umat hanya dapat mengikuti perayaan Ekaristi secara online melalui siaran live streaming YouTube yang diselenggarakan oleh Paroki St Ignatius Loyola Semplak. Ketika sudah ada pelonggaran, umat harus mendaftarkan diri untuk dapat menghadiri misa di gereja, itu pun tidak semua orang dapat hadir karena paroki menyediakan kuota secara sangat terbatas; misalnya dari setiap lingkungan hanya boleh 10 orang yang hadir. Umat yang menghadiri misa harus mengikuti semua protokol kesehatan seperti mengenakan masker, membawa hand sanitizer, menjaga jarak saat duduk di bangku gereja dan sebagainya. Petugas misa pun dibatasi; misalnya jumlah anggota kor hanya 8 orang saja. Kegiatan-kegiatan lain di luar Perayaan Ekaristi pun terpaksa harus dilakukan secara online. Contohnya, Doa Rosario dan pendalaman iman dilakukan melalui Zoom. Pendek kata, demi menyukseskan penangangan pandemi oleh pemerintah, Umat Santher dan Paroki St Ignatius Loyola menaati semua ketentuan pemerintah dan Dewan Pastoral Paroki dengan baik.

Ketika kelonggaran diberikan lebih banyak, Umat Santher menanggapinya dengan semangat baru. Gereja lambat laun menjadi penuh setiap hari Minggu dan pada setiap perayaan liturgi. Kegiatan-kegiatan lingkungan dan paroki di luar misa pun mulai dihidupkan. Sejak Mei 2022 Doa Rosario lingkungan mulai digiatkan kembali, dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti pertemuan BKSN dan AAP tahun 2022. 

Seiring perjalanan waktu, masa-masa genting pandemi sudah surut. Virus sudah tidak dipandang sebagai ancaman serius sekarang. Sebagian besar orang sudah menerima vaksin sehingga diharapkan sudah terbentuk kekebalan publik terhadap virus Corona dengan segala variannya. Kini di akhir tahun 2022, Umat Santher berharap agar kehidupan segera sepenuhnya normal di tahun 2023.

Selamat menyongsong tahun baru 2023.

Saturday, 20 March 2021

PERAYAAN PEKAN SUCI DI PAROKI ST IGNATIUS LOYOLA SEMPLAK TAHUN 2021

Perayaan Pekan Suci 2021 di Paroki St. Ignatius Loyola Semplak pada tahun ini diselenggarakan dengan tetap mengindahkan protocol kesehatan. Jadwal perayaan adalah sebagai berikut:

Misa Minggu Palma pk. 08.30

Misa Kamis Putih pk. 18.00

Ibadat Jum'at Agung pk. 15.00

Misa Vigili Paskah pk. 18.00

Misa Hari Raya Paskah pk. 08.30


Yang dapat mengikuti misa offline adalah umat Paroki St Ignatius Loyola yang berusia 15-60 tahun dan dalam kondisi sehat. Setiap wilayah mendapat kuota yang berbeda. Lingkungan St Theresia terletak di Wilayah II yang memperoleh kuota sebanya 160 orang untuk setiap perayaan. Jadi, jatah umat yang dapat mengikuti perayaan dari Lingkungan St Theresia adalah sekitar 17 orang saja. Umat Santher harus mendaftarkan diri untuk Minggu Palma sebelum 25 Maret 2021. Sedangkan pendaftaran untuk Trihari Suci dan Minggu Paskah dilakukan paling lambat pada Minggu 28 Maret 2021. Panitia Pekan Suci Paroki menegaskan bahwa kehadiran umat dalam Perayaan Pekan Suci tanpa pendaftaran akan ditolak. Umat yang dapat hadir tetap harus mengikuti protap yang telah disiapkan oleh Panitia.

Sementara itu, umat di bawah usia 15 tahun dan di atas 60 tahun serta umat lain yang berhalangan atau tidak memperoleh kuota dapat mengikuti perayaan-perayaan Pekan Suci yang disiarkan secara live streaming dengan link yang disiapkan oleh Paroki. Dengan demikian umat dapat merayakan misteri-misteri Pekan Suci bersama keluarga masing-masing. Semoga semua dapat berjalan baik agar umat memperoleh buah-buah perayaan Pekan Suci.

Thursday, 11 March 2021

TALKSHOW - BEDAH BUKU KARYA MGR PASKALIS BRUNO SYUKUR OFM

 

Digiteam (Seksi Kepemudaan, Seksi Komsos dan Seksi Kitab Suci)  Paroki BMV Katedral Bogor mengusung acara “Talkshow - Bedah Buku karya Mgr. Paskalis B. Syukur OFM”. Acara ini dilaksanakan secara online via Zoom pada hari Kamis, 11 Maret 2021 pk. 15.00-18.00 WIB.


Buku yang didiskusikan dalam talkshow ini berjudul “Surat-Surat Yesus dari Nazaret.” Buku ini disadur dari buku asli berjudul The Jesus Letters (dalam bahasa Inggris) karangan Pater Antonio Maria Rosales OFM. Buku ini berisikan 65 surat imajinatif dari Yesus, yang mengungkapkan pikiran, perasaan, harapan, untuk orangtua angkat-Nya (Maria dan Yosep), para murid-Nya, sepupu-Nya, sahabat-sahabat perempuan-Nya, musuh-musuh-Nya, orang-orang yang bertobat dan untuk siapa pun yang membaca buku ini. Semua ditulis berdasarkan inspirasi dari sabda Yesus dalam kitab-kitab Injil, peristiwa-peristiwa yang berdasarkan Injil, tradisi dan kesalehan rakyat. Surat-surat dalam buku ini tidak melulu suatu karya fiksi sejarah, melainkan unsure teologis juga tersirat kuat di dalamnya.

Meskipun kegiatan ini merupakan program kerja Paroki Katedral Bogor, panita juga mengundang umat paroki-paroki lain untuk ikut serta. Sekitar 600 orang mendaftarkan diri untuk talkshow ini. Kurang lebih10 peserta dari Paroki St Ignatius Loyola Semplak (termasuk 3 orang dari Lingkungan St Theresia) mengikuti kegiatan ini.  

Monday, 8 March 2021

KEGIATAN UMAT ST. THERESIA SELAMA MASA PRAPASKAH 2021(2)

 
AMPLOP TABUNGAN PEMBANGUNAN  PAROKI IGLO DAN  AMPLOP APP 2021
 
Selama masa Prapaskah, umat St Theresia juga mengumpulkan dana untuk kegiatan APP Keuskupan dan Paroki. Di samping itu, umat St Theresia juga melanjutkan mengumpulkan dana atau kegiatan menabung bagi pembangunan gedung dan sarana gereja. Amplop Tabungan Paroki diserahkan ke bendahara lingkungan paling lambat 14 Maret 2021, sedangkan  Amplop APP 2021 (warna merah dan biru) diserahkan ke bendahara lingkungan paling lambat 21 Maret 2021.
 
JADWAL PENGAKUAN DOSA GEREJA ST. IGLO - SEMPLAK
 
Panitia Paskah 2021 menginformasikan bahwa pada masa Prapaskah ini umat dapat menerima Sakramen Tobat secara langsung dari imam. Berikut Informasi Jadwal Pengakuan Dosa di Gereja St. Iglo Semplak:Senin, 15 Maret 2021 sampai dengan Jumat, 26 Maret 2021 setiap hari kecuali hari Minggu. Umat dapat menerima Sakramen Tobat pada pagi hari pukul 08.00-10.00 WIB atau pada sore hari pada pukul 17.00 -19.00 WIB. Umat yang akan datang ke Gereja untuk Pengakuan Dosa dimohon terlebih dahulu untuk menghubungi Pastor Paroki (Romo Anton) melalui nomor WhatsApp beliau untuk menginformasikan hari dan waktu.
 
TUGAS TTK, PARKIR & KOR PEKAN SUCI 2021
Umat Santher mendapatkan tugas untuk TTK dan parkir pada:
- Misa Kamis Putih tanggal 1 April 2021, jam 18.00
- Ibadat Jum'at Agung tanggal 2 April 2021, jam 15.00
Untuk setiap misa tersebut dibutuhkan 2 - 4 orang untuk bertugas.
Lingkungan St Theresia juga bertugas untuk kor pada Ibadat Jumat Agung, Jumat 2 April 2021. Diperlukan 4 penyanyi, 1 dirigen, 1 pengiring dan 1 pemazmur, lengkap dengan masker dan hand sanitizer sesuai protokol kesehatan.
 
MISA HARIAN
Setiap pagi (hari Senin s.d. Jumat) pada pukul 06.30 Gereja juga mengadakan misa onsite. Umat dapat mengikuti misa pagi tanpa melakukan pendaftaran namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mencegah kerumuman di area gereja.
 

Monday, 22 February 2021

KEGIATAN UMAT ST. THERESIA SELAMA MASA PRAPASKAH 2021 (1)

 

IBADAT TOBAT BERSAMA SECARA ONLINE

Umat Lingkungan Santher bersama umat Paroki St. Ignatius Loyola, Semplak dan seluruh umat Keuskupan Sufragan Bogor diharapkan dapat mengikuti Ibadat Tobat setiap hari Rabu selama masa Prapaskah yang disiarkan dari melalui Channel Youtube Unio Bogor. Ibadat Tobat yang pertama ini akan dilaksanakan Rabu, 24 Februari 2021 pukul 19.00 bersama RD. Yohanes Driyanto (Vikaris Judisial). Link channel untuk kegiatan ini dikirimkan oleh Channel Unio kepada paroki-paroki dan dapat diakses oleh umat. Umat diharapkan untuk dapat mengikuti Ibadat Tobat tersebut dalam keluarga atau komunitas sehingga di masa tobat ini umat semakin tahu, merasakan, dan meyakini bahwa Tuhan tetap mencintai umat dalam keadaan apa pun.

PERTEMUAN APP 2021

Umat St Theresia mengadakan kegiatan pertemuan APP 2021 yang bertema "Hemat Listrik: Sebuah Kenormalan Baru". Kegiatan ini diselenggarakan melalui aplikasi Zoom pada hari Sabtu pukul 19.30-21.00.  Jadwal pertemuan tersebut adalah:

- Pertemuan I pada tgl 27 February 2021.

- Pertemuan II pada tgl 6 Maret 2021.

- Pertemuan III pada tgl 13 Maret 2021.

- Pertemuan IV pada tgl 20 Maret 2021.

Pemandu pertemuan APP di lingkungan St Theresia adalah Bp. Yakobus Nahak.

Monday, 1 February 2021

MISA SELAMA MASA PANDEMI DI GEREJA ST IGNATIUS LOYOLA SEMPLAK

Sesuai dengan ketentuan dari Kuria Keuskupan Bogor dan mematuhi peraturan yang digariskan oleh Pemerintah selama masa penanganan Covid-19, Paroki St Ignatius Loyola dapat menyelenggarakan misa setiap hari Minggu pukul 08.30. Misa ini juga dapat diikuti secara live streaming oleh umat yang memang tidak dapat mengikuti misa di gereja entah karena sakit, entah karena pertimbangan kesehatan, entah karena keterbatasan tempat duduk dalam gereja yang memang diatur secara khusus dan sebagainya.

Sesuai dengan protokol kesehatan, untuk dapat mengikuti misa secara langsung di gereja, Seksi Liturgi Paroki menerapkan sejumlah ketentuan, antara lain: umat harus berada dalam kondisi sehat, berusia 15-60 tahun, menaaati prosedur dan ketetapan yang telah disiapkan oleh Gereja, mengenakan masker selama misa berlangsung, duduk di tempat yang telah ditentukan oleh petugas, membawa hand sanitizer dan membawa saputangan atau tisue sendiri (kususnya untuk mengelap tangan setelah cuci tangan). Untuk memudahkan pengecekan suhu dan pengaturan tempat duduk, umat dimohon untuk hadir 30 menit sebelum misa dimulai. Sesudah misa selesai, umat diharapkan segera meninggalkan gereja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, petugas-petugas liturgi pun dibatasi jumlahnya. Misalnya untuk petugas kor hanya diperlukan beberapa orang penyanyi. Semua ini dilakukan demi mengurangi penyebaran virus Corona. Semoga dengan semua protokol kesehatan yang telah ditaati, umat terhindarkan dari penyakit ini sehingga dapat menghadiri perayaan-perayaan liturgi dengan damai dan penuh suka cita.

Monday, 13 April 2020

PERAYAAN PEKAN SUCI DI GEREJA ST IGNATIUS LOYOLA SEMPLAK TAHUN 2020

Jadwal Ibadat Pekan Suci 2020

Pekan Suci tahun 2020 ini merupakan Pekan Suci yang sangat berbeda dari biasanya. Tidak ada kegiatan umat di dalam dan di luar gedung gereja. Tidak ada kegiatan panitia Paskah. Tidak ada latihan-latihan petugas liturgi. Tidak ada misa dan ibadat di dalam gereja yang dihadiri ratusan atau ribuan umat. Semua kegiatan perayaan dilakukan di rumah masing-masing umat. Umat hanya dapat mengikuti misa secara online atau live streaming atau lewat siaran TVRI. Semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama seluruh umat dan seluruh bangsa dalam rangka memutus penyebaran virus corona yang telah menjadi pandemi dunia.
Misa dengan kehadiran foto umat
Paroki St Ignatius Loyola Semplak pun hanya menyediakan misa secara live streaming pada Pekan Suci tahun ini. Pekan Suci diawali pada hari Minggu, 5 April 2020 dengan misa pada pukul 08:30 yang dipimpin oleh RP. Epiphanius Maria, CSE dari Seminari Stella Maris Bogor. Umat mengikuti misa di rumah masing-masing. Untuk keperluan pemberkatan Palma, Paroki menyediakan daun palma. Namun demikian, umat lingkungan juga diminta untuk bisa menyediakan daun palma yang sudah rapi untuk bisa diberkati pada saat perayaan. Daun-daun palma yang diberkati itu kemudian bisa dibagikan kembali untuk umat lingkungan. 
Perayaan Minggu Paskah Gereja St Ignatius Loyola
 Misa dan Ibadat selanjutnya dapat berlangsung dengan baik. Para imam dari Seminari Stella Maris Bogor memimpin perayaan-perayaan liturgi karena secara kebetulan RD Anton Dwi Haryanto, Pastor Paroki, sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Sejumlah awam terpilih untuk membantu penyelenggaraan seluruh perayaan. Ada yang menjadi lektor, memimpin nyanyian, mengurus siaran streaming dan sebagainya. Sementara umat dapat berdoa dari rumah masing-masing. 

SELAMAT MERAYAKAN PASKAH. Tuhan sudah bangkit. Jangan takut.

Friday, 27 March 2020

BERKAT “URBI ET ORBI” 27 MARET 2020 YANG UNIK


Mengapa Berkat Paus pada 27 Maret  Sungguh Unik?

Peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah

Bagaimana Paus menjadi lebih dekat dengan umat yang berada di seluruh dunia pada momen yang penuh bahaya mematikan ini?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang tentu direnungkan Paus Fransiskus ketika virus corona menyebar dengan cepat di Italia dan seluruh dunia. Jawabannya bukan misa siaran langsung di mana orang dapat mengikutinya melalui internet, walaupun ia melakukannya setiap pagi.

Sebetulnya, "mengikuti" perayaan Misa melalui media, secara teologis hal itu bukan berarti ikut "berpartisipasi". Sakramen-sakramen media itu tidak ada. Misa pada televisi tidak dapat menggantikan Sakramen Ekaristi. Jika seseorang tidak dapat menghadiri Misa, melihat tayangan Misa melalui televisi dapat menjadi bantuan spiritual, tetapi si pemirsa tidak berpartisipasi dalam sakramen.

Hanya Paus Saja

Maka apa yang dapat dilakukan Paus untuk menghadirkan dirinya secara aktif dalam kehidupan setiap umat? Ada satu tindakan khusus yang dapat dilakukannya, yaitu: memberi berkat "Urbi et Orbi", yang berasal dari bahasa Latin: "untuk kota (Roma) dan dunia."

Ini merupakan suatu tindakan yang tidak dapat dilakukan oleh Uskup lainnya dan yang - tidak seperti Misa - dapat terjadi secara efektif melalui media, demi kebaikan jiwa-jiwa umat.

Beberapa puluh tahun yang lalu Vatican telah menetapkan bahwa mereka yang menerima berkat “Urbi et Orbi” dari Paus melalui siaran langsung adalah sah menerima berkat tersebut, sebagaimana diterima secara langsung oleh mereka yang hadir di Pelataran St. Peter.

Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Lazimnya, Paus memberikan berkat "Urbi et Orbi" hanya pada tiga peristiwa: ketika ia terpilih sebagai Penerus Petrus, pada saat Natal, dan pada saat Paskah.

 Indulgensi Penuh

Berkat “Urbi et Orbi” memberikan pengampunan atas hukuman sementara dari dosa-dosa yang telah diampuni; artinya, berkat itu memberikan indulgensi penuh di bawah persyaratan yang ditentukan oleh Hukum Kanonik dan diperjelas oleh Katekismus Gereja Katolik (no. 1471-1484).

Persyaratan untuk menerima indulgensi penuh adalah (lihat The Gift of the Indulgence, Apostolic Penitentiary):

1) mempunyai sikap niat batin untuk sepenuhnya meninggalkan semua dosa, termasuk dosa ringan;

2) mengakukan dosa-dosa melalui sakramen;

3) menerima Komuni Kudus (adalah baik menerimanya ketika sedang mengikuti Misa Kudus, tetapi untuk mendapat indulgensi penuh cukup menerima Komuni Kudus saja);

4) mendoakan intensi-intensi Bapa Paus.

Pada masa lockdown dan karantina seperti sekarang ini, Vatican menetapkan syarat kedua dan ketiga agar dipenuhi begitu ada kesempatan.

 Apakah Arti Indulgensi?

Menurut Teologi Katolik (Katekismus Gereja Katolik - KGK, no 1422-1498), kesalahan dan dosa telah diampuni melalui Sakramen Rekonsiliasi (Pengakuan), sehingga orang itu sekali lagi berada dalam rahmat Allah dan akan diselamatkan jika ia tidak jatuh lagi dalam dosa berat. Tetapi dosa mengakibatkan kekacauan dalam kehidupan umat dan dalam dunia, walaupun telah dilakukan Pengakuan. Meskipun telah diampuni, tetap ada kebutuhan untuk memperbaiki kekacauan tersebut.

KGK menyebutkan indulgensi sebagai "pengampunan Allah atas hukuman sementara akibat dosa-dosa yang kesalahannya telah diampuni" (KGK 1471).

Untuk memahami istilah "hukuman sementara" dalam konteks ini, kita perlu mengingat bahwa ada perbedaan antara menerima pengampunan Allah atas dosa-dosa kita dan keharusan menghadapi akibat-akibat dosa. Dosa tidak hanya berarti melanggar perintah Allah, tetapi juga merupakan penyebab gangguan baik dalam hal penataan semesta yang teratur dari Allah maupun dalam penyelengaraan bimbinganNya dalam hidup kita. Walaupun dosa-dosa kita sungguh-sungguh telah diampuni dalam Sakramen Tobat, jiwa kita masih mengalami kerusakan spiritual yang disebabkan oleh pelanggaran-pelanggaran kita.

Ada beberapa cara untuk memperbaiki kerusakan tersebut, atau "pengampunan atas hukuman sementara" sebagai akibat dosa. Misalnya, kita melakukan karya pelayanan dengan baik atau dengan tabah kita menjalani berbagai penderitaan pencobaan dalam hidup. Jika kita tidak dapat menyilih dengan benar dosa-dosa kita melalui cara tersebut dalam hidup kita di muka bumi ini, maka jiwa kita kelak perlu dipulihkan dan dimurnikan melalui penderitaan di api penyucian.
Ada beberapa orang kudus yang, melalui hidup mereka yang penuh kasih dan ketabahan luar biasa, berhasil menyiapkan jiwa mereka untuk masuk ke dalam surga. Karena itu, Gereja mempunyai kelimpahan kebajikan, yang disebut sebagai "kekayaan Gereja" (KGK 1467). Atas dasar ajaran Gereja mengenai persekutuan para kudus (ajaran Gereja bahwa semua orang Kristiani mempunyai ikatan rohani yang kuat terhadap satu sama lain), maka menjadi mungkin kelimpahan kebajikan seorang Kristiani digunakan untuk pemulihan rohani jiwa lain yang masih memerlukan pemurnian. Sebagaimana disebutkan dalam KGK: “Dalam pertukaran yang luar biasa ini, kekudusan seseorang bermanfaat bagi orang lain, mengatasi kerusakan yang diakibatkan dosa terhadap orang lain” (CCC 1465).

Kita ingat Kristus berkata kepada St. Petrus: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga" (Mat. 18:18). Karena itu, umat Katolik percaya bahwa Bapa Suci, sebagai penerus St. Petrus, mempunyai kuasa untuk menyalurkan kelimpahan rahmat tersebut kepada umat Kristiani yang setia. Indulgensi merupakan tindakan yang melaluinya penyaluran rahmat itu terjadi.

Dengan kata lain, karena indulgensi penuh itu menghapus tuntas hukuman yang seharusnya terjadi, maka mereka yang meninggal tanpa jatuh lagi ke dalam dosa tidak memerlukan pemurnian di Api Penyucian dan dapat segera masuk ke dalam surga (KG 1030-1032).
Menurut Tradisi, manfaat dari berkat “Urbi et Orbi” bersifat efektif bagi mereka yang menerima berkat tersebut dengan iman dan devosi, bahkan jika mereka menerimanya melalui pendengaran atau melihat tayangan langsung melalui media masa. Ini sungguh merupakan sebuah sikap istimewa akan pendampingan yang telah dipilih Paus untuk dianugerahkan kepada umat pada saat ini.

Berikut adalah terjemahan dari rumusan berkat “Urbi et Orbi” yang akan disampaikan oleh Paus dalam bahasa Latin nanti malam pukul 24:00 WIB di Roma.

Semoga Rasul Petrus dan Rasul Paulus yang Kudus, yang kuasa dan kewenangannya kita andalkan, mendoakan kita di hadapan Tuhan.
: Amen.
Melalui doa-doa dan kebajikan Santa Perawan Maria, Santo Michael Malaikat Agung, Santo Yohanes Pembaptis, Rasul Petrus dan Rasul Paulus yang kudus, dan semua orang kudus, semoga Allah yang Mahakuasa berbelas kasih kepadamu dan mengampuni semua dosa-dosamu, dan semoga Yesus Kristus membawamu ke dalam kehidupan kekal.
: Amen.
Semoga Tuhan yang Mahakuasa dan Maharahim menganugerahkan indulgensi, absolusi dan pengampunan atas semua dosa-dosamu, masa pertobatan yang sejati dan menghasilkan buah, hati yang taat, hidup yang berubah, rahmat dan penghiburan Roh Kudus serta kesetiaan  sampai akhir dalam karya pelayanan yang baik.
: Amen.
Dan semoga berkat Allah yang Mahakuasa, Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus turun atasmu dan tinggal dalam dirimu untuk selama-lamanya.
: Amen.

Sumber:
https://aleteia.org/2020/03/26/why-the-popes-blessing-on-march-27-will-be-absolutely-unique/

Wednesday, 25 March 2020

PANDEMIK CORONA SUATU KESEMPATAN!


Pengantar dari Redaksi:
Tulisan Romo Yohanes Driyanto ini kami dapatkan dari grup WA Pristina Liturgica Keuskupan Bogor. Terima kasih kepada Romo Driyanto yang memungkinkan tulisan beliau boleh beredar di grup WA para praktisi liturgi Keuskupan Bogor. 
Salam. 

PANDEMIK CORONA SUATU KESEMPATAN!

Dampak Virus Corona yang aangat jelas dan langsung mengena pada Umat beriman Katolik adalah ditiadakannya Perayaan Ekaristi dan kegiatan gerejawi lain yang mengandaikan kehadiran banyak orang. Karena kenyataan itu kebanyakan orang menjadi shocked dan stressed.



Terungkaplah segera dari mereka umumnya kata-kata, sikap, dan tindakan yang melawan, menghojat, dan marah terhadap virus itu. Menarik untuk diperhatikan, bahwa ternyata dari sekian banyak ungkapan yang negatif itu, ada juga yang bernada menerima. Ungkapan itu berupa ajakan berdoa, yang isinya bukan memaksa Tuhan menghentikan virus itu, tetapi mohon agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus sehingga kita dapat menemukan sesuatu yang baik di balik peristiwa yang tidak menyenangkan ini.



Berikut ini disampaikan beberapahal yang sepertinya kita agak melupakannya dan sekarang sebaiknya kita menemukannya lagi. Atau, kalau belum pernah kita mendapatkannya, saatnya sekarang kita menemukannya. Lebih lanjut, saat ini dapat juga menjadi bagi kita kesempatan untuk memperdalam maknanya.



Ekaristi bukan obyek tetapi terutama tindakan. Umumnya kita berkata: mendapatkan pelayanan misa, ikut misa, mendapat komuni, mengambil komuni. Padahal, kata Ekaristi itu berarti mengucap syukur. Lengkapnya, mengucap syukur kepada Allah melalui Yesus Kristus. Suatu tindakan. Suatu aksi. Dengan pengertian itu, tampaklah pada kita bahwa ada hal lain yang juga penting selain mendapatkan pelayanan misa dan mendapatkan komuni. Kita mesti bersyukur. Untukitu, mari kita temukan berbagai bentuk atau cara lain untuk mengucap syukur kepada Tuhan melalui Yesus Kristus itu juga.



Tuhan tidak hanya di gereja. Orang pagan (tidak percaya kepada Tuhan) meyakini bahwa Dewa mereka tinggal atau diam di kuil. Sebagai orang katolik kita percaya bahwa Tuhan dapat hadir di mana-mana. Untuk kebenaran itu, ada yang menyatakan dengan lugas bahwa Tuhan tidak hanya di altar tetapi juga di pasar. Karenaitu, Tuhan dapat ditemukan dan ditemui di tempat yang bukan gereja, bukan di gunung tertentu, dan bahkan bukan di Yerusalem (bdk. Yoh 4, 21-24).



Kehadiran Tuhan tidak menuntut kerumunan banyak orang. Tentu saja sangat menyenangkan apabila suatu acara keagamaan atau perayaan iman dihadiri banyak orang. Sangat mungkin dalam himpunan besar orang itu timbul dalam hati dan pikiran kita suatu kebanggaan, perasaan superior, atau sejenisnya. Tanpa kita sadari, ketidakhadiran banyak orang membuat kita ciut hati, inferior, dan bukan siapa-siapa. Kita lupa bahwa Tuhan pernah bersabda bahwa di mana ada dua atau tiga orang yang berkumpul atas namaNya, Tuhan hadir di situ (Mt 18, 20).



Tuhan hadir ketika Ia dibicarakan. Kita mengatakannya dalam bahasa umum dengan kata sharing iman. Pada saat itu dibicarakan siapa Tuhan dan bagaimana Ia bercampur tangan dalam hidup kita. Dari masa para Rasul telah diyakini dan diajarkan oleh Gereja bahwa ketika Tuhan dibicarakan, Ia hadir di situ (Didhache 4, 1).



Berdoa di kamar. Dengan keras Yesus mengritik orang munafik yang suka berdoa di rumah-rumah ibadat dan di jalan umum sehingga dilihat oleh orang banyak. Dengan begitu mereka telah mendapatkan upahnya. Yesus menghendaki agar kita berdoa dengan masuk kamar (di rumah), di tempat tersembunyi. Justru apabila kita berdoa di tempat yang seperti itu, Allah akan memperhatikannya (Mt 6, 5-6).



Ekaristi pusat dan puncak kehidupan kristiani. Ini benar. Namun, yang mesti kita sadari adalah kenyataan bahwa sekalipun pusat dan puncak, itu hanyalah bagian dari keseluruhan. Pusat dan puncak itu bukan segala-galanya. Ada bagian lain yang kita sebut pinggir dan dasar. Apabila saat ini kita tidak dapat melakukan bagian yang adalah pusat dan puncak, sekurang-kurangnya kita masih dapat melakukan bagian lain yang merupakan pinggir dan dasar. Termasuk bagian pinggir dan dasar itu di antaranya adalah: doa-doa, praktek kesalehan, perbuatan tobat, dan amal-kasih. Dengan itu kita tidak hanya memusatkan seluruh diri kita pada bagian tertentu tetapi juga berusaha membangun bagian-bagian lain yang juga tidak kalah penting.



Albert  Einstein pernah berkata, “Ilmu tanpa agama adalah pincang; agama tanpa ilmu adalah buta.” Semoga dengan keadaan sulit ini kita siap belajar atau menggali ilmu sehingga hidup keimanan kita menjadi lebih terang dan tidak sulit menemukan jalan atau arah kepada tujuan yang sebenarnya. Sekurang-kurangnya, kita tidak terus berhenti pada keadaan shocked dan stressed tetapi berangsur-angsur menjadi surprised dan berakhir dengan joy.


Bogor, 25 Maret 2020
Yohanes Driyanto